|
Saki Honda
|
Feb 13 2011, 09:02 PM
Post #1
|
|
[img]http://i.imgur.com/j4xZS.gif[/img]
- Posts:
- 0
- Group:
- Technical Ability
- Member
- #81
- Joined:
- Feb 13, 2011
|
ID Card of Saki Honda
Nama: Saki Honda
Jenis Kelamin: Female
Usia: 14
Kelas: A Junior High
About The Alice
Nama Alice: Top Chef Alice
Penjelasan:
- Alice yang memungkinkan penggunanya untuk membuat makanan yang sangat lezat, tiada bandingannya. Lama membuat 2 post bersih, delay untuk membuatnya lagi adalah 4 post bersih.
- Di dalam makanan tersebut terkandung suplemen yang random (akan ditentukan dengan diceroll, 1:5 perbandingan efek buruk - efek baik), dan akan berpengaruh pada yang menyantapnya selama 5 post bersih. Kalaupun ada yang terkena efek buruk, yah, tak akan begitu menyesal karena makanannya toh enak. Ya, kan? /dibasmi
- Alice ini juga memberikan pengguna indra pengecap yang tajam, sehingga ia dapat memasak makanan yang sama persis setelah mencicipinya.
Cara Memakai: Hanya tinggal dimasak setelah mengumpulkan bahan-bahannya.
Kekurangan:
- Harus ada peralatan masaknya.
- Harus pernah memakan makanan yang ingin dimasak.
Limiter Item: Sebentuk cincin perak biasa buatan salah seorang tech-type alice yang handal, biasa dipakai di jari tengah tangan kiri.
Efek tanpa Limiter: Makanan buatannya akan hangus semua, karena itulah dulu ia dibilang tak punya bakat memasak.
Tipe Alice: [Akan ditentukan Staff]
Bentuk Alice: #3
About The Character
Tinggi/Berat badan: 146/37
Visualisasi: GUMI - Vocaloid
Deskripsi Penampilan: Rambut hijau, mata hijau, imut-imut /plak
Sifat: Ceria, terang-terangan, tomboyish.
Kelemahan: Takut hantu
Tambahan
Apakah kamu sudah pernah RP sebelumnya? Yaap~
Tolong berikan satu paragraf contoh RP berserta penggunaan alicemu:
"Mengerti, kan?"
Saki Honda menganggukkan kepalanya dengan semangat. Gadis berambut hijau itu saat ini sedang berkumpul bersama teman-teman sekelasnya untuk membicarakan rencana stand kelas mereka saat Festival Bulan yang akan diadakan minggu depan. "Mengerti~! Aku harus membuat 'mochi-kejutan' dan 'dango-nasib' sebesar jeruk yang akan menjadi dessert gratis, sementara Rie-chan dan Mimasaka-kun memasak makanan lainnya."
Lawan bicara Saki, sang ketua kelas, memukul meja secara tiba-tiba. Pertamanya anak lelaki berkacamata itu bergetar, dan Saki sempat khawatir karena takut dia kenapa-kenapa. Namun, anak itu langsung mengepalkan tangannya ke udara dengan sorot mata berapi-api. "Benar! Pokoknya, tahun ini kelas kita pasti sukses!"
Dan serempak diikuti oleh teriakan bersemangat dari anak-anak sekelas.
---seminggu kemudian--- "Silakaaan! Silakan berkunjung ke stand kami! Silakan! Silakaaaaan!"
Begitulah happy spiel yang diteriakkan oleh ketua kelas---yang menjadi penerima tamu karena kalah suit dan harus mengenakan kostum kelinci bulan. Beberapa anak gadis dan anak lelaki yang menjadi tamu mereka (bahkan termasuk Saki dan kawan-kawan) terkikik geli saat melihatnya. Pemandangan aneh. Kostumnya yang imut tidak cocok dengan tampang ketua kelas mereka yang nampak manry. Tapi, bukan saatnya untuk menilai orang lain di saat pekerjaan masih banyak!
Saki sedang mengatur display mochi dan dango buatannya saat ada lagi pengunjung yang masuk danmembeli makanan. "Selamat siang! Silakan pilih salah satu, dango atau mochi. Gratis!" Ucapnya bersemangat sambil menunjuk standing banner mengenai penjelasan mochi dan dango buatannya. Anak lelaki yang merupakan pengunjung itu nampak tertarik, dan memilih salah satu dari dango yang disediakan oleh Saki.
Lalu langsung dilahap.
"Uwah! Enak!" ucapnya, tercengang. Lalu terdiam sesaat. "...tapi aku tak merasakan efek apapun."
"Yah," ucap Saki sabar, pertanyaan wajar bagi orang yang pertama kali mengharapkan suatu efek dari makanan buatannya, "memang tidak terasa apa-apa, kok. Tapi nantinya akan berpengaruh---"
"OOH!"
"---huh?"
"Aku menemukan kupon di jalan dan saat kugosok barusan---aku dapat televisi keluaran terbaru dari Toshabu!" Anak lelaki itu berucap takjub, memandangi sehelai kupon kotor yang nampak seperti sampah biasa. Kemudian ponselnya berdering, dan anak itu mengangkatnya. "Halo, kakak? ...mmm...mmhm...a-aah? Hah? SERIUS? SERIUS? AKU DULUAN YANG COBA, HEI!"
Dan dengan itu, si anak lelaki pengunjung terakhir meninggalkan stand kelas Saki dengan terburu-buru. Saki hanya menatap sosoknya yang berlari dengan senyuman polos, tak tahu apa yang sedang terjadi. Sementara itu, sang pengunjung terakhir akan menikmati 4 jam ke depan dalam keberuntungan. |
|
|
Suzuka Azumaya
|
Feb 14 2011, 06:58 AM
Post #2
|
|
Vox
|
Feb 14 2011, 05:53 PM
Post #3
|