|
The Snow White's Murderer; FICTION BARU SEJAK 2013 BERHENTI MENULIS
|
|
Topic Started: Mar 19 2018, 11:59 AM (99 Views)
|
|
S.M.A
|
Mar 19 2018, 11:59 AM
Post #1
|
PP boleh Gran, Guo Jia still No.1
- Posts:
- 4,402
- Group:
- Admins
- Member
- #1
- Joined:
- Mar 15, 2011
|
Story Type: Original Fiction Language: Indonesia Rating: M Genre: Mystery, Crime, Angst Summary: Neo Kyoto, kota yang hingga kini masih berdiri kokoh dengan sejarah dan budaya tradisional ditengah-tengah era globalisasi yang sudah tercapur dimana-mana. Mampukah sang inspektur menyelesaikan sebuah konspirasi yang tejadi pada salah satu keluarga pembesar di kota ini? Kita lihat saja.
WARNING : Strong Language, Alcohol and Sexual reference, dan... ya yang pasti sesuatu yang berhubungan dengan pembunuhan dan kejahatan.
Chapter 1 Salju yang turun pada bulan November merupakan suatu kejutan untuk penduduk kota.
Apalagi salju turun dengan intensitas yang cukup deras sehingga beberapa jalanan terpaksa di tutup, dan beberapa tanaman para petani mengalami gagal panen.
Tepat di suatu sudut kota, seorang pria paruh baya yang memakai jubah tebal dan topi jerami sedang berjalan sambil memikul barang yang telah di percayai oleh sang tuan untuk diantarkan ke salah satu pelanggan di toko mereka. Pria itu berjalan penuh semangat, karena hal ini adalah pengalaman pertamanya untuk mengunjungi kawasan perumahan elit yang hanya di huni oleh para petinggi di kerajaan atau para pedagang kaya raya. Namun langkah pria paruh baya itu terhenti, ketika melihat sosok wanita bergaun putih berdiri tepat di hadapannya. Paras cantik wanita itu tertutupi sebagian oleh poni ratanya, sementara rambut panjangnya terurai dan tertiup angin.
Ia pernah mendengar dongeng mengenai sesosok siluman bernama Yuki Onna, yang secara harafia berarti wanita salju. Dongeng itu menceritakan bahwa sesosok wanita cantik hanya akan muncul pada musim salju, dan mencari pria untuk… entah untuk apa, karena berbagai macam versi mengenai dongeng itu. Dan tentu saja, salah satu versi itu memiliki akhir yang kejam, yaitu Yuki Onna mencari pria untuk di bunuh.
Pria itu bergedik ngeri, dia tidak bisa mati sekarang. Tidak sebelum dia berhasil mengantarkan barang ini kepada sang pemesan. Pria itu kemudian memutuskan untuk angkat kaki ditempat, tetapi sebelum sang pria pergi dia melihat tubuh sang wanita bergaun putih itu jatuh keatas tumpukan salju. Dan lebih mengejutkan lagi, warna tumpukan salju itu perlahan-lahan berubah menjadi merah darah.
X0X0X0X0 The Snow White’s Murderer X0X0X0X0
Pagi itu di kota Neo Kyoto.
Menjadi seorang sersan di kesatuan keamanan kota merupakan salah satu pencapaian terbesar yang pernah di gapai oleh Erena. Tentu saja mencapai posisi ini bukanlah hal yang mudah, dia terus bekerja keras di hari pertama ia bergabung dalam kesatuan ini. Sayangnya, orang-orang tetap saja terus mencemo’oh dan menyindirnya. Mengatakan bahwa posisi tertinggi seperti itu mustahil dia dapatkan kecuali dengan bantuan keluarganya yang merupakan anggota keamanan di kerajaan.
Untungnya Erena dapat menyikapi mereka dengan baik. Karena dia memiliki tujuan, dan dia akan tidak akan menyerah hanya karena masalah sepele seperti itu.
Pagi hari ini Erena berangkat ke kantornya dengan berjalan kaki seperti biasa, dan seperti biasa pula dia menyapa beberapa orang di jalan seperti petugas keamanan, petugas kebersihan, beberapa penjaga toko serta menyampaikan peringatan ke anak-anak yang menyapanya agar berhati-hati saat pergi kesekolah.
Sesampainya di kantor, ia segera menitipkan jubah dan topinya pada resepsionist. Sebelum berjalan dengan langkah gontai menuju kantornya. Tentu saja, seperti biasa sang asisten Escalia akan menyapanya dengan sangat antusias.
“Senior! Selamat pagi, hari yang cerah yah. Oh iya aku ada kabar, Tuan Ha—“
“Letakkan saja dokumennya diatas mejaku.” Potong Erena sambil berjalan melewati Escalia,
“Tapi Tuan Haruhiko ada di dalam...”
Terlambat, Erena sudah membuka pintu kantornya lebar-lebar dan menemukan sosok pria dengan surai hitam, codet besar menghiasi wajahnya, dan mengenakan jubah panjang di hiasi dengan beberapa lambang jasa kemiliteran. Orang itu adalah Haruhiko, atasannya yang paling di bencinya.
Bukan karena Haruhiko adalah salah satu sosok yang meremehkan Erena. Tetapi karena…
“Aku punya tugas untukmu, tetapi aku tidak bisa membicarakannya disini. Ayo ikut.”
Sikap to the point-nya yang keterlaluan.
Erena menghela pasrah, ia segera memberi sinyal pada Escalia bahwa dia akan pergi membuntuti Haruhiko dari belakang. Saat mereka berada di jalan yang dipenuhi oleh para pejalan kaki. Erena memberanikan diri untuk membuka suara.
“Jadi tugas apa kali ini Pak? Sepertinya cukup gawat.”
Haruhiko menjawab dengan singkat, “Memang gawat.”
“Kalau boleh tau, ada apa ya? Ada terlihat tergesah-gesah.”
“Kau bisa melihatnya sendiri jika kita sudah sampai.”
Erena memang terbiasa bekerja secara cepat dan efisien. Tetapi tidak jika informasi yang diberikan olehnya sangat sedikit dan terkesan setengah hati seperti ini. Tak berapa lama kemudian mereka memasuki kawasan perumahan mewah.
Sementara itu,
Hikaru membuka kedua matanya, sepert biasa dia sudah berekspektasi bahwa sang penerjemah akan menambutnya lebih dulu dipagi ini. Memeritau jadwal dan mnanyakan apa saja yang dibutuhkan sang pemuda yang bisu itu. Tetapi betapa terkejutnya Hikaru ketika melihat siapa yang duduk di depan futon nya hari ini. Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Haruhiko, kakak kandung laki-lakinya, dengan seragam militer yang lengkap. “Kau sudah bagun? Bagus.”
Hikaru segera mencari buku kosong serta pena untuk menulis. Sebenarnya Haruhiko sendiri sudah sangat lancar menggunakan bahasa bisu. Akan tetapi karena ketidak mauan beliau menggunakanya, Hikaru membalas dengan hanya mau berbicara dengan Haruhiko menggunakan media tulis.
Setelah Haruhiko menemukan sebuah kertas dan pena seadanya Ia segera menulis.
‘Apa yang kau lakukan? Dimana Freya?’
Haruhiko menghela napas panjang, ia memejamkan matanya sesaat sebelum menjawab. “Freya, penerjemah mu, dia ditemukan tewas pagi ini ditumpukkan salju.”
Seketika itu, pegangan pulpen dan kertas Hikaru terlepas.
|
 PLEASE HELP SIGN THIS TWIN CANE'S MOVESET DLC MINI CAMPAIGN - Thank you verymuch <3 Deviantart | Paigee World | Pixiv
|
| |
|
Mocca-Marocchi
|
Mar 19 2018, 01:11 PM
Post #2
|
Art by @moa810 on twitter
- Posts:
- 3,136
- Group:
- Members
- Member
- #6
- Joined:
- Mar 15, 2011
|
FINALLY! IT'S RELEASED! #tebarconfetti
Terus terang intro-nya menarik banget. The scene when Freya suddenly collapsed while smearing the snow with blood seriously makes me shudder. Apa dia ditusuk diam2 tepat sebelum jatuh? Dan seperti yang sudah saya bahas sama neesama, keluarganya Hikaru seemingly more than meets the eye. Saya menanti apa pun rahasia di balik semua ini, deh!
|
 Thanks to S.M.A for the signature!
|
| |
|
tungpangtungjes
|
Mar 20 2018, 05:49 AM
Post #3
|
- Posts:
- 1,796
- Group:
- Members
- Member
- #172
- Joined:
- Jul 22, 2012
|
ASHIQ. ASHIQ AKHIRNYA SMA NULIS LAGI. Selamat datang setelah lama vakum, wakakakaka. Senang karena SMA nulisnya di orifiksi karena jujur aja, sekarang saya rada susah keep up dengan fanfiksi wkwkw ): Well, that doesnt matter, jadi saya sekarang mau komen banyak nih ya.
Secara pribadi, Yuki-Onna itu youkai/hantu Jepang yang paling saya suka. Bukan hanya karena dia elemennya salju, tapi intepretasi soal Yuki-Onna ini beragam banget terutama di cerita misteri. Tbh, cara SMA membawa Yuki-Onna sebagai hint atas sebuah kasus pembunuhan itu menarik banget, apalagi si pembunuh ini spesifik sekali terutama soal salju-saljuan. AKU PENASARAN PARAHHHHHHHHHHHHH.
Kaget nemu nama Erena di sini neng, neng!?!?!? /shocked dan karena munculnya masih sedikit, saya gabisa komentar banyak, kecuali saya pengen tahu lebih dalam soal Erena yang di sini. Also, Haruhiko kelihatan kece nih, saya suka pria bercodet soalnya /duk
Untuk intro, ini bagus kok. Cukup memancing saya untuk ingin lebih tahu terutama soal Erena ((: Paling sayanemu beberapa mispengetikan tapi isoke, shit happens. Can't wait for more stories!
btw maap, aku mo diskusi lebih lanjut soal fikmu, tapi bentar yah, ini masih rada hectic wkwk see you di lapak sebelah sesegera mungkin!
|

"mereka yang mereka-reka, tuan dan puan, kepala macam kelapa tanpa air, beriaklah tanya tanpa esensi: jatuh cinta atau cinta jatuh?"
Instagram | FFn (1) | FFn (2) | tumblr
|
| |
|
S.M.A
|
Mar 21 2018, 06:39 AM
Post #4
|
PP boleh Gran, Guo Jia still No.1
- Posts:
- 4,402
- Group:
- Admins
- Member
- #1
- Joined:
- Mar 15, 2011
|
Thanks all for the feedback! For information, this Erena beda sama OC saya buat fanfiksi Persona. Saya ngambil nama nya aja soalnya saya udh nggak ada ide lain untuk kasih nama beliau.
So there's a possibility for me to change the majn character name.
another thing sebenernya saya cukup menerima beberapa struggle dalam menulis orific ini. Selama ini saya terlalu banyak menikmati kisah detektif laki-laki ketimbang perempuan dan satu satunya kisah detektif perempuan yang saya nikmati itu Nancy Drew. Saya akan coba sebaik mungkin untuk menulis Erena sebagai detektif yang baik...
|
 PLEASE HELP SIGN THIS TWIN CANE'S MOVESET DLC MINI CAMPAIGN - Thank you verymuch <3 Deviantart | Paigee World | Pixiv
|
| |
|
Mocca-Marocchi
|
Mar 21 2018, 02:20 PM
Post #5
|
Art by @moa810 on twitter
- Posts:
- 3,136
- Group:
- Members
- Member
- #6
- Joined:
- Mar 15, 2011
|
You can do it, Neesama!
Dari cerita detektif yang saya baca selama ini, detektif cewek dan detektif cowok nggak terlalu kentara perbedaannya sih. Sama-sama bisa ambil risiko kalau memungkinkan, bisa nyamar juga, dan kadang-kadang main perasaan atau pendekatan psikologi. Perbedaan mendasarnya saya rasa... penggunaan senjata? Dan detektif cewek biasanya punya keterbatasan fisik dibanding detektif cowok, jadi ya sometimes mereka jadi damsel in distress 😂😂 tapi personally ini menarik untuk jadi plot device.
Apa pun itu, I shall stay tuned for the updates!
|
 Thanks to S.M.A for the signature!
|
| |
|
Nagase
|
Mar 21 2018, 03:56 PM
Post #6
|
- Posts:
- 886
- Group:
- Admins
- Member
- #56
- Joined:
- Sep 28, 2011
|
Karena pertama kali baca di lapak sebelah tanpa ditulis detail genre, language, rating etc tec, aku cukup kaget lihat ratingnya M. Tapi benernya ini murder case jadi why not to be safe ya *nod nod*
Aku sama terkedjoetnya dengan Za soal Erena, tapi ternyata dia bukan Erena-nya SMA yang di universe yang lain ^^;; Apa anata punya design Erena di fic ini secara visual?
- SMA
-
sebenernya saya cukup menerima beberapa struggle dalam menulis orific ini. Selama ini saya terlalu banyak menikmati kisah detektif laki-laki ketimbang perempuan dan satu satunya kisah detektif perempuan yang saya nikmati itu Nancy Drew. Saya akan coba sebaik mungkin untuk menulis Erena sebagai detektif yang baik...
Aku sih udah yakin anata bisa! Soalnya udah terbukti sama abang yang ituh. Ga sabar lihat aksi Erena memecahkan misteri tentang pembunuh orang yang erat dengan keluarga Haruhiko ini.
Tbh, I'm not fond of detective story tapi bukan berarti ga pernah nonton atau baca cerita tentang detektif sama sekali. Tapi entah kenapa aku jadi tertarik buat ikutin kisah anata yang satu ini (mungkin karena kita para reader seperti diajak melihat development ceritanya karena bisa lebih dekat dengan anata sang writer?). This.Is.Exciting.!
Plus, aku seneng plot twist~ XD
Edited by Nagase, Mar 21 2018, 03:58 PM.
|
 "How long can you stand my attacks?" - Lili Rochefort of Tekken - Wordpress
|
| |
|
S.M.A
|
Mar 21 2018, 06:34 PM
Post #7
|
PP boleh Gran, Guo Jia still No.1
- Posts:
- 4,402
- Group:
- Admins
- Member
- #1
- Joined:
- Mar 15, 2011
|
@Mocca :
- @mocca
-
Dari cerita detektif yang saya baca selama ini, detektif cewek dan detektif cowok nggak terlalu kentara perbedaannya sih. Sama-sama bisa ambil risiko kalau memungkinkan, bisa nyamar juga, dan kadang-kadang main perasaan atau pendekatan psikologi. Perbedaan mendasarnya saya rasa... penggunaan senjata? Dan detektif cewek biasanya punya keterbatasan fisik dibanding detektif cowok, jadi ya sometimes mereka jadi damsel in distress 😂😂 tapi personally ini menarik untuk jadi plot device.
No, no, no, not about the risk of the job atau kemampuan sih yang saya galaukan tapi bagaimana konflik personal seorang detektif cewek. Selama ini konflik personal seorang detektif cewek itu lebih 'hah?' aka gt gt aja (cerai, disuruh urgent nikah, *insert misfortune perempuan zaman now*) pake banget dari pada detektif cowok yang cukup variatif (Meskipun salah satu elemen utama mereka adalah cintayang nggak sampe).
Saya pengen menciptakan sebuah konflik personal detektif cewek yang baru. #MasihMikir
@Nagase : Indeed, this one is my first RATED M Fanfiction I been work on. Plus salah satu fiction eksperiment saya, ada beberapa element disini yang pasti kalian kaget kenapa saya masukkan sampai mikir "Is this Silvermoon arisato that we know?"
Speaking of which, desain this Detective!Erena secara visual ada. Infact, I already design all of the main character sejak late 2017!
Erena
Haruhiko (code name dulu HANAHIKO), Hikaru (this is actually still code name, saya bakalan ganti sewaktu waktu), and Escalia (my friend OC)
Thank you, thank you. Saya masih butuh banyak belajar tbh. Even thou, saya mau mempertimbangkan LXing bakalan muncul di orific ini nanti nya
#Kowtow Harigatou, saya akan menulis orific ini sebaik-baik baik nya.
|
 PLEASE HELP SIGN THIS TWIN CANE'S MOVESET DLC MINI CAMPAIGN - Thank you verymuch <3 Deviantart | Paigee World | Pixiv
|
| |
|
Mocca-Marocchi
|
Mar 22 2018, 03:33 AM
Post #8
|
Art by @moa810 on twitter
- Posts:
- 3,136
- Group:
- Members
- Member
- #6
- Joined:
- Mar 15, 2011
|
Soukka... so personal conflict is the one you're struggling with... #nods take your time, neesama!
Can't wait to be surprised by your significantly different writing style!
Soal karakternya... Erena-tantei ini cantik sekali uuu dandan Haruhiko-Hikaru bersaudaranya juga keren~ Hikaru rings a bell for me... Escalia unyu sih. I'd like to see them all in full color someday.
Is it just me but I'm quite curious with Freya's - the dead snow white - appearance...
|
 Thanks to S.M.A for the signature!
|
| |
|
S.M.A
|
Mar 22 2018, 11:06 PM
Post #9
|
PP boleh Gran, Guo Jia still No.1
- Posts:
- 4,402
- Group:
- Admins
- Member
- #1
- Joined:
- Mar 15, 2011
|
Sebenernya saya mau rilis chapter dua nya minggu depan, but hari senin kayaknya saya sibuk banget. Jadi saya rilis hari ini saja.
Chapter 2 Musim dingin bukanlah teman baik Erena. Sebelumnya dia sudah mendambakan setibanya dia di kantor, Escala akan membawakan ia sebuah minuman dan snack hangat. Akan tetapi, lihatlah dia sekarang. Disuruh oleh sang atasan untuk menunggu beliau di sebuah taman kecil yang terletak didepan kamar sang adik.
Selain berdiri dan menunggu, hal lain yang dapat dilakukan oleh Erena adalah melihat-lihat lingkungan sekitar. Ini memang bukan kali pertama Erena mengunjungi sebuah rumah bergaya arstektur Jepang kuno. Akan tetapi, ia mengakui bahwa kediaman keluarga Haruhiko ini adalah salah satu kediaman terbesar yang pernah ia kunjungi selama hidupnya. Masih segar di ingatannya bahwa ia harus melewati beberapa taman kecil, penjaga, bangunan dan beberapa pintu besar dengan tulisan besar diatasnya hanya untuk sampai ketempat ini.
Erena menaikkan alis saat sebuah pertanyaan lucu muncul dibenaknya. Mungkinkah seseorang dapat tersesat didalam rumah ini?.
Tiba-tiba pintu masuk bergeser keras dan Haruhiko melangkah kaki keluar dari ruangan tersebut, tetap dengan wajah tanpa ekspresi. Sebelum Erena bertanya apa yang terjadi saat Haruhiko menyampaikan berita duka mengenai nasib pegawa kesayangan sang adik. Haruhiko segera mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya.
Setelah beberapa hisap, Haruhiko berkata, “Ayo ikut aku.”
Dan sekali lagi, Haruhiko mengiringnya melewati beberapa tempat dikediaman ini. Sampai mereka masuk kedalam sebuah gerbang yang bertuliskan ‘Aula pertemuan’. Sebelum Haruhiko memasuki pintu lain yang menyambut mereka. Pria itu mematikan dan membuang rokoknya, melepas dan merapikan sepatunya pada tempatnya dan terakhir melakukan hal yang mengejutkan Erena : Menunduk didepan pintu.
“Mohon izin ayahanda, aku Haruhiko, dengan seorang bawahan akan masuk kedalam.”
Setelah mengucapkan kalimat selayaknya menyebutan sebuah kata kunci untuk membuka pintu rahasia. Haruhiko melangkah masuk kedalam dengan kaki kanan terlebih dahulu. Erena yang kebingungan akhirnya mengikuti tindakan Haruhiko sebelumnya -minus kalimat Haruhiko- sebelum masuk kedalam ruangan yang sama.
Ruangan itu sangatlah besar untuk Erena!.
Bahkan lebih besar dari ruang rapat yang biasa ia datangi dikantor!. Menurut Erena, tempat ini lebih layak disebut sebagai ballroom ketimbang sebuah aula pertemuan. Namun hal itu tidak penting sekarang!. Erena cepat-cepat mengendalikan dirinya dan duduk tepat dibelakang Haruhiko. Tepat ini hanya menyediakan Seiza[1], sehingga terpaksalah Erena harus duduk dengan gaya orang Jepang jaman dulu.
“Astaga…” Pikir Erena, “Mengunjungi rumah ini seperti melewati lorong waktu. Meskipun keluargaku bekerja pada pemerintahan, akan tetapi gaya hidup kami terlalu kebarat-baratan dan moderen!.” Seru Erena dalam hati. Seakan Haruhiko dapat mengetahui bahwa Erena mulai merasa nyaman dengan kondisi sekarang. Ia segera membuka mulut, “Ayahanda, Haruhiko datang kemari bersama bawahan untuk mengkabarkan salah satu pekerja disini ditemukan tewas pada pagi hari.”
Kedua mata hijau Erena tertuju kesebuah sekat besar yang ada dihadapan mereka. Tepat didepan sekat tersebut, terlihat seorang pria paruh baya dengan tubuh cukup besar tengah duduk dengan tenang. Kedua matanya yang semula tertutup perlahan-lahan terbuka dan menunjukan betapa miripnya bentuk dan warna kedua mata sang pria dan Haruhiko.
“Sungguh berita yang memilukan. Siapakah orang itu?” Tanya sang pria, suaranya terdengar keras dan parau, cukup menggambarkan bahwa pria ini adalah sosok yang dihormati dan ditakuti di keluarga ini.
“Pekerja itu bernama Freya, seperti yang kita tau almarhumah telah mengabdi dikeluarga ini cukup lama.” Mata Erena terbelalak. Pembunuhan? Jadi karena ini Haruhiko membawanya kemari?. “Almarhuma ditemukan pada pagi ini oleh pengantar barang di jalan besar. Haruhiko sudah meminta para karyawan untuk menyampaikan berita duka ini kepada sanak keluarga almarhuma, berikut dengan bela sungkawa dan penghiburan.”
Erena berusaha menahan keterkejutannya dengan betapa kaku dan kunonya penggunaan bahasa di keluarga ini. Salah satu contohnya adalah penghiburan, kata kata kuno yang digunakan untuk memberikan hadiah berupa materi kepada sanak keluarga sang karyawan yang telah mengabdi pada keluarga jika karyawan tersebut telah meninggal.
“Bagaimana dengan Hikaru? Apa dia sudah mendengar berita tentang kematian pelayan favorit nya?”
Haruhiko mengangguk.
“Dan wanita yang dibelakang mu ini?.”
Mendengar dirinya disebut, Erena segera tunduk memberikan hormat. Belum sempat Erena memperkenalkan dirinya, Haruhiko segera angka bicara, “Beliau adalah bawahan yang Haruhiko tunjuk sendiri untuk menyelidiki kasus ini. Meskipun beliau seorang wanita, namun kemampuannya sebagai petugas Negara tidak bisa diragukan lagi. Jika mau, Haruhiko akan mengirimkan catatan mengenai beliau.”
Sementara sang pria tua menganguk mantap. Erena sedikit mengertakan gigi, menyimpan kekesalan dan mengutuk sang atasan dalam hati. Yang benar saja di zaman seperti ini masih ada yang meremehkan kaum perempuan!. Berarti bukan penampilan mereka saja yang kuno, tetapi begitu pula dengan cara berfikir mereka.
“Baiklah, urusan ini akan kuserahkan semuanya padamu. Jangan kotori nama mu sebagai penerus keluarga ini Hiko.”
“Baik!.” Jawab Haruhiko singkat sambil menunduk.
Setelah Haruhiko dan Erena undur diri dari ruangan itu. Mereka segera bergegas keluar, belum ada satu patah katapun keluar dari mulut Erena atau pun Haruhiko ketika berjalan menuju jalan keluar. Tiba-tiba! Erena dikejutkan dengan berhenti nya Haruhiko ditengah-tengah perjalanan. Jika saja reflek Erena tidak cepat, mungkin dia sudah akan menabraknya.
“Ada apa Tuan—“ Seketika itu mulut Erena tertutup rapat.
Pandandangan Mata Erena bertemu dengan kedua mata kelabu pemuda yang ada dihadapan mereka berdua. Pemuda tersebut tak lain dan tak bukan adalah Hikaru. Mereka saling memandang sesaat sebelum suara Hanahiko memecahkan keheningan diantara mereka.
“Apa yang kau lakukan? Bukankah aku sudah berpesan bahwa kau lebih baik berdiam diri dikediaman mu sampai penerjemah yang baru datang?.”
Pandangan mata Hikaru segera berpindah ke sang kakak. Ia segera mencabut sebuah pena yang ada dibalik saku celananya dan menuliskan kalimat di note kecil, ‘Kau tidak berhak memerintahku Haruhiko!.’ Tulisnya sebelum membuka halaman lainnya, ‘Aku ingin ikut! Aku ingin ikut mengungkap pembunuhan Freya!’
“Aku anak tertua, perintah ku setara dengan ayahanda juga. Kau berani melawanku?” Balas Haruhiko dengan terus menatap Haruhiko tepat pada kedua matanya. Haruhiko memincingkan mata, ia mengigit seperdua dari bibirnya sebelum membuka mulut, “Orang cacat sepertimu yang besar dan hidup dibalik tembok tak akan bisa melakukan apa-apa!. Kematian Freya hanya bisa di selidiki oleh pihak berwajib yang professional. Untuk keselamatanmu sendiri, lebih baik kau kembali ke kamar dan tenggelam bersama novel-novel detektifmu.”
Erena terbelalak, bukan karena mengetahui bahwa pemuda dihadapan mereka adalah seorang tuna wicara. Namun karena perkataan Haruhiko yang sangat tajam kepada adiknya sendiri!. Erena tanpa ragu segera melangkah kedepan, menjadi penengah antara dua laki-laki itu sebelum angkat bicara dihadapan sang atasan, “Mohon maaf atas kelancangan saya Tuan. Tetapi saya tidak bisa membiarkan anda mengata-ngatai orang cacat, apalagi orang tersebut adalah adik anda sendiri. Saya meminta anda untuk meminta maaf kepada adik anda sekarang juga.”
Tentu saja Haruhiko tidak menyukai sikap lancang sang bawahan kepada dirinya. Namun disatu sisi, ia tak mampu melawan perkataan sang bawahan. Apalagi melihat kedua mata hijau laut Erena yang terus memandangi kedua matanya. Haruhiko menghela napas sambil menutup mata, ia memandang sang adik, “Erena benar, kata-kata ku tadi sangat kasar padamu. Aku minta maaf.”
Hikaru hanya tetap berdiri tak menggeming. Namun sudah jelas dari raut wajahnya ia tampak sakit hati.
“…Dan untuk kesalamatanmu, lebih baik kau tetap didalam rumah. Sebagai gantinya, aku akan terus mengabari mu tentang perkembangan kasus ini dengan atau tanpa persetujuan ayahanda. Dan Erena, mari ku bawa kau ke tempat kejadian perkara, kita tidak bisa membuang waktu disini. Kau tidak mau kan salju yang turun menimbun semua bukti yang kau perlukan?”
Tanpa banyak bicara, Haruhiko berjalan melewati mereka berdua. Erena segera membalikan badannya, sebelum ia mengikuti Haruhiko dia memberi hormat kepada Hikaru. “Saya turun prihatin tentang apa yang menimpa pelayan favorit anda. Sebagai petugas yang diberi amat untuk menyelesaikan kasus ini, saya akan bekerja sebaik mungkin. Sampai kami menemukan pelakunya, saya memohon kepada anda untuk bersabar. Sampai jumpa Tuan.”
Setelah itu, Erena segera menyusul Haruhiko yang sudah berjalan cukup jauh dari koridor. Meninggalkan Hikaru yang mengutuk cacat fisik yang ia alami sejak lahir.
Sama seperti sebelumnya, tidak ada sepatah kata pun muncul dari mulut Haruhiko maupun Erena saat mereka berdua berjalan menuju tempat kejadian perkara. Sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ingin Erena tanyakan kepada Haruhiko setelah mereka keluar dari kediaman sang atasan. Akan tetapi kejadian tidak enak sebelumnya membuat Erena jadi ragu untuk bertanya.
Selayaknya Haruhiko dapat membaca pikiran Erena saat ini. Haruhiko memulai pembicaraan setelah menghisap rokok pertamanya setelah keluar dari rumah, “Begitulah keluargaku. Apa-apa masih saja mengikuti tradisi jaman dulu. Jadi jangan heran anggota keluargaku dari generasi ke generasi bekerja di pemerintahan.”
“Begitu ya. Apa anda tidak merasa tertekan hidup seperti itu? Berbicara seformal mungkin kepada ayah sendiri, dan harus mengikuti peraturan yang ada.”
“Bagaimana ya, disatu sisi aku memang merasa tertekan. Tapi disatu sisi, kebiasaan itu melatihku untuk menjadi seorang perwira yang baik seperti sekarang.” Haruhiko menghisap batang rokoknya sesaat sebelum bertanya, “Bagaimana dengan keluargamu?.”
“Tidak ada yang istimewah. Meskipun kami juga kebanyakan bekerja di pemerintahan, tetapi gaya hidup kami benar-benar berbanding terbalik dengan hidup kalian. Kami hidup dengan gaya kebarat-baratan. Contoh yang paling sederhana adalah kami berjalan di dalam rumah menggunakan sepatu atau membuat kroket isi krim ketimbang daging.” Jawab Erena sambil mengingat masa kecilnya dirumah, “Tapi ya, kami juga memiliki beberapa peraturan orang jaman dulu. Seperti tidak boleh keluar lewat dari jam 9 malam, dan mewarnai rambut. Jadi kau bisa bilang kami tidak sepenuhnya ‘kebarat-baratan’.”
Haruhiko mengangguk sebelum meghabiskan hisapan rokok terakhirnya dan membuangnya di tong sampah terdekat, “Menarik.” Tak lama setelah Haruhiko dan Erena menyelesaikan percakapan mereka. Keduanya telah sampai di TKP yang dimaksud. Disana sudah ada beberapa petugas yang bekerja, termasuk Escalia yang dari penampilannya sudah berada di tempat tersebut cukup lama. Escalia yang meliat kedatangan atasan favorit nya segera menyapa, “Senior! Tuan Haruhiko! Kalian datang tepat pada waktunya! Para petugas hampir selesai menyisir area sebelum badai turun. Aku sarankan kalian untuk mulai memeriksa tempat ini dari sekarang.”
“Terima kasih Escalia! Anda ikut Tuan Haruhiko?”
“Akan kuserahkan semuanya padamu.” Haruhiko menaruh perhatiaannya kepada wanita satu lagi, “Escalia, ngomong-ngomong, bisa kah kau mencari informasi apakah keluarga korban bisa dikontak atau belum?.”
Escalia kemudian menjawab dan segera pergi memenuhi perintah. Sementara Erena berjalan mendekati mayat yang tergeletak ditumpukan salju. Bagus, waktunya untuk bekerja!.
A/N @Mocca : Indeed, thank you for support!
Sejujurnya saya bener-bener pake tenaga ekstra untuk nulis fiction ini.Karena salama ini saya nulis klo nggak komedi, ya love story. Belakangan ini saya mau embrace ke genre lain :'D //
Yes~ Erena di bayangan saya itu sebenernya campuran Japanese-(Isert western race yang belum saya kepikiraan), tapi fitur fiisknya Erena lebih banyak Jepangnya.
INDEED, HIKARU DI MODELIN DARI YANG ITU. About, Escalia is my friend's OC! Ofcourse, saya juga seneng sama modlenya Escalia pas pertama kali dikasih tunjuk. Saya sendiri masih harus menggali mengenai Escalia ^^;
About Freya? Imagine Xin Xiangying.
Edited by S.M.A, Mar 24 2018, 06:08 PM.
|
 PLEASE HELP SIGN THIS TWIN CANE'S MOVESET DLC MINI CAMPAIGN - Thank you verymuch <3 Deviantart | Paigee World | Pixiv
|
| |
|
Mocca-Marocchi
|
Mar 23 2018, 05:05 AM
Post #10
|
Art by @moa810 on twitter
- Posts:
- 3,136
- Group:
- Members
- Member
- #6
- Joined:
- Mar 15, 2011
|
Xin Xianying? Noteeed
Heu, kenapa scene pertemuan sama papanya dua bersaudara ini lebih unsettling daripada yang saya kira.... Kayaknya ada rahasia besar yang jauh dari bayangan di balik kesetiaan keluarganya Haruhiko sama tradisi kuno.
As for Hikaru, saya ngerasa perkembangannya bakal sangat menarik~
Erena santai aja sama orang yang meremehkanmu. Beat them to pulp until they can say no more :v
|
 Thanks to S.M.A for the signature!
|
| |
|
Nagase
|
Mar 23 2018, 04:20 PM
Post #11
|
- Posts:
- 886
- Group:
- Admins
- Member
- #56
- Joined:
- Sep 28, 2011
|
*blink blink* nungguin Erena in inspection mode
- SMA
-
Sejujurnya saya bener-bener pake tenaga ekstra untuk nulis fiction ini.Karena salama ini saya nulis klo nggak komedi, ya love story. Belakangan ini saya mau embrace ke genre lain :'D //
Salut, pastinya menantang karena ibarat belajar hal baru dan research sana-sini, tapi, be strong! Semangka! Tapi kalo boleh fix sedikit, ada beberapa kata yang typo, salah satunya:
- Quote:
-
“Terima kali Escalia! Anda ikut Tuan Haruhiko?”
- Mocca
-
As for Hikaru, saya ngerasa perkembangannya bakal sangat menarik~
Indeed, indeed *evil smile*. Kalo bener Hikaru ini shota type, fix jadi karakter favoritku. Design-nya oke, seneng lihat anak muda laki-laki pakai kacamata plus pasang muka jutek, dan gimana SMA menjelaskan sikapnya sungguh menarik!
|
 "How long can you stand my attacks?" - Lili Rochefort of Tekken - Wordpress
|
| |
|
S.M.A
|
Mar 24 2018, 06:05 PM
Post #12
|
PP boleh Gran, Guo Jia still No.1
- Posts:
- 4,402
- Group:
- Admins
- Member
- #1
- Joined:
- Mar 15, 2011
|
@To All : Thank you verymuch for the feedback, currently writing for Chapter 3. Saya harap nggak terlalu mandat sih saat saya menulis chapter 3, because there's so much thing is going on.
@Mocca : Xin Xianying, with red lipstick.
@Nagase : Thank you verymuch! Thank you for kindly feedback! Saya sudah memperbaiki typos yang anata hightlight 
soal Hikaru is shota or not, its up to people imagination Ok sebelum anata tachi melanjutkan fanfic ini saya punya beberapa informasi. Terutama dalam setting tempat dan waktu.
Karena saya sendiri masih belum mem-'fix'-kan world dari fanfic ini (serius, saya cuman terlalu fokus pada storynya). Saya akan beberkan kasarannya yang ada dikepala saya: 1. This fanfic setting is alt universe after World War 1. Dengan globalisasi berkembang dengan cepat. 2. Jika anata tachi agak bingung cara membayangkan gimana sih penampilan dari Neo Kyoto, the people, and stuff, saya sarankan untuk nonton Hakkenden. Meskipun isi anime ini semuanya orang Jepang... (Klo ogah anime yang rada berbau yaoi-ish, lihat aja setting nya mereka gimana). 3. Another thing, world building di fanfic ini adalah Semi Steam Punk (sek saya lupa sebutan nya apa dari Canon, saya akan perbaiki di post an selanjutnya).
|
 PLEASE HELP SIGN THIS TWIN CANE'S MOVESET DLC MINI CAMPAIGN - Thank you verymuch <3 Deviantart | Paigee World | Pixiv
|
| |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
|