Welcome Guest [Log In] [Register]
ANNOUNCEMENT BOX

GUIDE


Welcome to KOEIndo!

Di sini kita bisa mengobrol soal Games nya Koei sepuasnya, dari Dynasty Warrior, Samurai Warrior dan lain-lain. Selain ngobrol kalian juga bisa berole-play, memainkan games, bikin topik seru, curhat dll, dst, ect.

Dan sekarang, bagi para member anda bisa mendownload beberapa konten mengenai Koei yang sudah kami sediakan ^^

Silahkan Join our community! ^^

Bagi kalian yang sudah bergabung. Ayo Log in dan ramaikan Forum ini ^^

----------------------------------

Follow update dari game-game terbaru koei:

Dynasty Warrior 9
Samurai Warriors: Sanada Maru
Warrior All Stars

ROLEPLAY


Welcome to KOEIndo. We hope you enjoy your visit.


You're currently viewing our forum as a guest. This means you are limited to certain areas of the board and there are some features you can't use. If you join our community, you'll be able to access member-only sections, and use many member-only features such as customizing your profile, sending personal messages, and voting in polls. Registration is simple, fast, and completely free.


Join our community!


If you're already a member please log in to your account to access all of our features:

Username:   Password:
Add Reply
Langit, lihatlah.; First orific saya! Hohoho!
Topic Started: Oct 1 2012, 05:57 PM (247 Views)
tungpangtungjes
Member Avatar
yawda senyumin yes kk
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Story Type: Ori-Fiction
Language: Indonesia
Rating: Rate K
Genre: Slice of Life, General
Summary: Orang bijak mengatakan, mimpi adalah awal dari masa depan yang gemilang. Namun, pada kenyataannya, orang-orang lebih memilih memandang reallita dibanding dunia mimpi yang bagi mereka terkesan muluk-muluk.
WARRNING : -

I only own the story and character, okay?

Quote:
 
Matahari hampir mencelupkan tubuh emasnya ke laut yang tampang kecokelatan karena langit mulai redup, memperlihatkan kuasa akan tingginya kedudukan matahari ketika semesta kembali pada peraduannya. Langit senja merah itu kini digantikan dengan hamparan bintang-bintang yang bersinar terang.

Entah sudah berapa lama, Clarissa Anjani melamun di pinggir pantai. Memandang hampa langit, penuh keputusasaan. Masa bodoh dengan omelan orang tuanya yang akan menyambutnya nanti saat pulang. Tidak peduli. Di saat anak sebayanya - murid-murid SMA menghabiskan waktu mereka dengan bebas tanpa kekangan, gadis bermata rubi itu malah terduduk sendiri.

Meratapi kesedihannya. Merengkuh segala perih yang menggelora di hatinya.

Kenapa mereka beranggapan begitu?

Ia bergumam pada dirinya sendiri, tanpa bersuara sedikit pun. Matanya terasa panas oleh gumpalan air yang mendesak keluar. Bersikeras untuk menahan tangisnya, Clarissa menggeleng-gelengkan kepalanya.

Ia sedih, sangat sedih.

Bagaimana mungkin, orang-orang sekitarnya begitu merendahkan dirinya? Juga ambisi kecilnya.

Menjadi seorang penulis. Oh, Clarissa sangat menyukai dunia tulis-menulis. Merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat, dan juga menyusun kalimat menjadi sebuah prosa yang syahdu.

Namun, betapa kecewanya ketika ia memberitahukan Ayah serta Ibunya mengenai cita-citanya. Bukannya mendukung, malah mencaci maki dirinya.

"Untuk apa jadi penulis?! Kerjamu nanti hanya melamun dan melamun! Pemalas!"

"Memang kamu pikir, jadi penulis itu termasuk pekerjaan mudah? Atau kamu memilihnya supaya kamu tidak masuk perkantoran?"

Demi Tuhan!

Melamun? Clarissa tertawa sedih. Tentu saja, kerja penulis itu melamun. Bukan hanya penulis, pelukis sekalipun juga. Melamun ala penulis berbeda dengan melamun ala orang-orang sekitar. Ketika mereka - para penulis kehilangan inspirasi, maka melamun adalah salah satu cara untuk mencari inspirasi yang hilang.

Pekerjaan mudah? Tidak juga. Sekilas, menulis itu terlihat mudah. Namun, menulis cerita bukanlah seperti menulis biasa pada umumnya - kau harus menuangkan segenap perasaanmu pad karya tulismu, dan memahami tata penulisan yang baik, ejaan, diksi, dan bahasa yang engkau gunakan. Apa itu pekerjaan mudah?

Sahabatnya, oh - sahabatnya sendiri malah mengecam cita-citanya dengar kasar. "Jadi penulis? Jangan mimpi! Nilaimu saja selalu di bawah rata-rata. Mimpi tuh jangan ketinggian, nanti jatuh baru tahu rasa kau!"

Ia tahu.

Ia tahu, bodoh!

Ia tahu jelas bahwa dirinya ini payah dalam bidang akademik. Tidak ada spesialnya. Namun apakah salah, jika bermimpi akan itu?

Orang bijak mengatakan, mimpi adalah awal dari masa depan yang gemilang. Namun, pada kenyataannya, orang-orang lebih memilih memandang reallita dibanding dunia mimpi yang bagi mereka terkesan muluk-muluk.

Sekarang ini, orang-orang melihat sesuatu seperti melihat buku berdasarkan sampulnya--toh, sampul yang bagus belum berarti isinya juga bagus, bukan? Bisa jadi isinya malah menyeleneh atau pun aneh-aneh.

Aaah, ya sudahlah.

Biarkan orang-orang itu berkata apa mengenai cita-citanya. Seburuk apapun, Clarissa tidak akan pernah melepaskan cita-citanya. Tidak, tidak, tidak. Karena menulis adalah bagian hidupnya.

Ia akan terus maju, dan membuktikan dirinya. Suatu saat, ia akan dikenal dunia - sebagai seorang penulis besar. Dan untuk mencapainya, ia akan berusaha sekuat tenaga.

Clarissa bangkit, dan berdiri. Memandang lurus langit malam yang membentang luas di hadapannya, penuh keyakinan tidak tergoyahkan.

Langit, jadilah saksi bisu. Jadilah saksi bisu atas tekadku ini. Tuhan, kuharap engkau mendengar doa kecilku.


Ini orific pertama saya. Based on reality.
Yah, kenyataannya, masih banyak juga orang yang menganggap remeh pekerjaan sebagai seorang 'Penulis.' Termasuk saya sendiri, sering dianggap remeh.

Dedicated for all authors and author wanna-be, kuatkan tekad kita! Biar saja anjing menggonggong, kafilah berlalu. Buktikan bahwa kita bisa, kita kreatif, dan kita bisa memajukan bangsa!
Posted Image

"mereka yang mereka-reka,
tuan dan puan,
kepala macam kelapa tanpa air,
beriaklah tanya tanpa esensi:
jatuh cinta atau cinta jatuh?"


Instagram | FFn (1) | FFn (2) | tumblr
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
LivingCannon
Member Avatar
Nurgle's Chosen
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Weh,bagus-bagus! :goodjob:
Setuju banget sama ide senpai,banyak penulis yang memang diremehkan oleh masyarakat.
Oleh karena itu,kita harus tetap berusaha meski kita diremehkan,spark your spirit!
(P.S :Lain kali nulis kayak gini lagi ya,inspiratif sekali!)
Posted Image

Forget no insult, my sons, as I have never forgotten those of my father, of the Emperor, nor those of Horus. Forgive no slight or grievance. Hold your bitterness deep within, and there let it fester. Let it roil and squirm and churn, until you are filled with bile so poisonous that all you touch falls to ruin. Thus shall you serve Nurgle best. Thus shall you spread his virulent gifts across the false Imperium, and watch its final rotting…
Mortarion, Prince of Decay
Thanks to S.M.A for the set!

Offline Profile Quote Post Goto Top
 
tungpangtungjes
Member Avatar
yawda senyumin yes kk
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Cannon: Makasih! ^^ Ehehe, benarkah? Saya cuma nulis ini based on my own feeling 8"D
Ah, ya... Terima kasih lagi! XDD Tentu jika ada waktu lagi, bakal publish lagi kok di sini ^^
Posted Image

"mereka yang mereka-reka,
tuan dan puan,
kepala macam kelapa tanpa air,
beriaklah tanya tanpa esensi:
jatuh cinta atau cinta jatuh?"


Instagram | FFn (1) | FFn (2) | tumblr
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
XmimikoX
Member Avatar
hmmm...what?
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
wih gila, ajib banget orificnya. :goodjob: :goodjob: :goodjob:
lumayan juga cerpennya... :haha:
kenapa gak sekalian dijadiin novel.? lumayan kasih ke gramedia.. :3

tapi ada typo : pad =pada
:)
Posted Image
ava and sig made by me.
thanks Daikyo And Zhongda for FANBARS.

Spoiler: click to toggle

Offline Profile Quote Post Goto Top
 
PyroMystic
Member Avatar
Saya cuma pengen liat dua orang ini bahagia. SUER!
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
MEEEENNNN... Ini bener2 cerita yang sesuai untuk refleksi pribadi! :goodjob:

Sebagai seorang author amatir (ato tepatnya: author amatir yang bercita-cita menjadi author profesional tapi nggak kesampaian dan pada akhirnya malah nyasar di dunia arsitek), saya bener2 bisa bersimpati ama Clarissa dalam cerita ini... Ahhh... bener2 saya banget~

Dan emang bener, menulis sama sekali bukan pekerjan gampang~



Oh iya... ngomong2 benernya orang bisa penulis full time profesional, kok... Tapi pada umumnya dia pasti punya pekerjaan sampingan. Kenapa? Soalnya, pada dasarnya seorang penulis pun harus berpendidikan. Contohnya adalah salah satu author Indonesia yang saya lupa siapa namanya, dia adalah seorang dokter yang juga penulis. Walhasil, karyanya bukan cuma 'menggugah perasaan pembaca' dan 'mengembangkan imajinasi pembaca', tapi juga 'menambah wawasan pembaca'.

So... bagi saya... saya cuma mau kasih saran bahwa kata2:
Quote:
 
"kau harus menuangkan segenap perasaanmu pad karya tulismu, dan memahami tata penulisan yang baik, ejaan, diksi, dan bahasa yang engkau gunakan. Apa itu pekerjaan mudah?"
Itu bener banget. TAPI MASIH JAUH LEBIH LAGI DARI ITU! Yahhh... seperti yang saya bilang, seorang penulis yang baik bukan cuma bisa membuat pembacanya 'berperasaan' dan 'berimajinasi', tapi juga harus bisa membuat 'berpikir' atau bahkan 'berfilosofi'...

Yahhh... jadi saya paling nggak setuju kalo dikatakan seorang author cukup belajar sastra. Menulis itu lebih dari sekedar sastra! Setidaknya harus menguasai minimal satu cabang ilmu (misalnya kalo saya: arsitek) karena setiap cabang ilmu pasti punya filosofi yang akan jadi pokok pikiran dari cerita tersebut. Soalnya, kalo suatu cerita nggak ada ilmu dan filosofinya, dan nggak bisa membuat pembaca berpikir, pasti nantinya cerita itu akan jadi cerita alay bin cengeng...

Yahhh... itu aja, sih... XDDDD Waduh! saya malah jadi cing-cong sendiri! :beat: :beat: :beat: :beat: :beat: :beat:
Edited by PyroMystic, Oct 2 2012, 07:39 AM.
Posted Image
“This is a good medicine. I mixed it only recently. With your illness, you must take it promptly.”
-- Yang Hu to Lu Kang, Sanguozhi --
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Nagase
Member Avatar
Hmmmm
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
You know what? I'm inspired :D karena kebetulan saya juga lagi mengerjakan storyline dan masih mengalami writer's block orz.

Fic yang based on reality itu emang best ya. Tapi kalo berdasarkan kejadian di fic yang anata buat, jujur saya belum pernah ngalamin. Saya juga mulai suka menulis sejak baca fandom fic, tapi belum pernah kepikiran untuk berkecimpungan di dunia itu.

Great orific!
Posted Image
"How long can you stand my attacks?"
- Lili Rochefort of Tekken -

Wordpress
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
tungpangtungjes
Member Avatar
yawda senyumin yes kk
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Mimik-san: makasih QAQ /manlytears
Ah, novel? Kebetulan saya lagi bikin novel teenlit, tapi berhenti sebentar gara-gara saya masih keenakan berkecimpung di dunia fanfiksi =P
Ah, buat typo... Mohon di maklumi (_ _) bagaimanapun, itu saya ketik dari handphone, so... Cacad everywhere lol.

Pyro-senpai: BWAH! Orific abal saya dikomen author senior kayak anda! /hatursembahsujud /lah

Wah, syukurlah kalo turut merasakan apa yang dialami Clarissa. ^^
Betul, menulis itu gak gampang. Kalo cuma nulis satu-dua kalimat mah, semua juga bisa.

Ah /tepokjidat
Ya! Emang kebanyakan author orific itu punya pekerjaan sampingan, kayak Dee. Saya juga kurang suka ama cerita yang alay-alay gimana gitu. Enek bacanya.

Waaa~ anyway, makasih sarannya senpai :3

Nagase: Wah! Saya bersyukur kalo orific abal ini bisa membuat seseorang terinspirasi 8')

Ya, based on reality itu mudah dibuat menurut saya. Apalagi kalau pernah mengalaminya (ya, saya pernah mengalami satu-dua kejadian seperti Clarissa). Bukan hanya saya, masih banyak generasi muda yang bercita-cita menjadi penulis, namun ditentang oleh orang-orang sekitar....

Arigatou! ^^
Posted Image

"mereka yang mereka-reka,
tuan dan puan,
kepala macam kelapa tanpa air,
beriaklah tanya tanpa esensi:
jatuh cinta atau cinta jatuh?"


Instagram | FFn (1) | FFn (2) | tumblr
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Mocca-Marocchi
Member Avatar
Art by @moa810 on twitter
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Hyaaa~ Nice nice nicee~
Anyway, saya ngerasain passion kamu sebagai penulis di sini. Keep writing!

Soal tatapan miring pada penulis, jujur saya merasa itu ada benarnya. Menulis itu pekerjaan nggak gampang dan juga nggak safe secara ekonomis (gajinya nggak tetap gitu deh...) plus hanya sedikit sekali penulis yang bisa hidup mapan dari ide-idenya. Saya rasa ada faktor-faktor lain yang bisa membuat seorang penulis sukses, misalnya koneksi dan ketenaran. Soal ketenaran, mungkin bisa dimulai dari nulis di majalah atau blog gitu... Intinya jadi penulis itu tantangannya banyak, tapi saya rasa itu nggak masalah selama passion kita ada di situ.

Saya juga cinta dunia tulis-menulis, tapi entah kenapa jadi full-time writer kayaknya bukan cita-cita saya... Saya justru lebih suka kalau menulis cuma jadi hobi, karena saya cenderung nggak bisa menulis dalam tekanan dan tuntutan profesi. #curcol

Yang terpenting, sekarang Za udah punya penggemar, dan saya adalah salah satunya ;D Kapan-kapan bikin lagi doong~
Posted Image
Thanks to S.M.A for the signature!
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
XmimikoX
Member Avatar
hmmm...what?
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
@jahe: sama - sama jahe. :haha:
pasti gara - gara disana banyak temannya. :nani: :beat: :beat: #just kidding :D tapi, jarang looh, ada novel yang bertema kayak gitu. :3
oohh... lantes terpisah - pisah enternya :-/ lain kali lewat laptop yaa. :fly:
Posted Image
ava and sig made by me.
thanks Daikyo And Zhongda for FANBARS.

Spoiler: click to toggle

Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Fully Featured & Customizable Free Forums
« Previous Topic · Orific Land · Next Topic »
Add Reply