|
| ||
|---|---|---|
|
|
|
| Welcome to KOEIndo. We hope you enjoy your visit. You're currently viewing our forum as a guest. This means you are limited to certain areas of the board and there are some features you can't use. If you join our community, you'll be able to access member-only sections, and use many member-only features such as customizing your profile, sending personal messages, and voting in polls. Registration is simple, fast, and completely free. Join our community! If you're already a member please log in to your account to access all of our features: |
| Patience - Adaptasi Kisah Adat Africa; Kesabaran dapat membawa kebahagiaan. | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Dec 11 2012, 03:04 PM (171 Views) | |
| Ezio Auditore | Dec 11 2012, 03:04 PM Post #1 |
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
Di sebuah desa, semua orang sedang berkabung. "Tidaaakkk... Ibu, jangan meninggalkan aku.." isak tangis Kyle terdengar di kamarnya. Kemarin sore, ibunya yang sakit itu meninggal dunia dengan tenang dalam rumahnya. Tetangga-tetangga dan kerabat mengunjungi acara pemakaman ibu dari Kyle. Gadis cantik berkulit putih itu baru berusia 13 tahun pada saat ibunya meninggal. Ayahnya telah meninggal dunia pada saat ia berusia 2 tahun. Betapa sedihnya hidup gadis yang malang itu. "Ibu..." ia kembali menangis. "Sudah, sudah... Relakanlah ibumu.. Ia telah bahagia bersama dengan Allah di sorga.." kata bibinya, yang sekarang menjadi menjadi ibu angkatnya. Beberapa bulan setelah kejadian tersebut, Kyle masih membayangkan sosok ibunya yang penuh kasih dan sayang. Di saat ia bersedih, ibunya selalu menenangkan dia. Sekarang, tidak ada lagi orang yang menyayanginya seperti ibunya itu. Kyle sendiri tidak terlalu akrab dengan bibinya itu. Namun, bibinya tetap memperhatikannya, meskipun dengan cara yang berbeda dengan ibunya. Namun, menurut Kyle, bibinya lebih mementingkan anak-anak kandungnya daripada Kyle. Sepupu-sepupunya itu ia anggap lebih diperhatikan. Ia pun terkadang sedih dan iri melihatnya. Iya kerap ditanyai apakah ia mempunyai masalah, tetapi ia selalu bungkam dan menjawab bibinya "Aku tidak apa-apa." Suatu hari ia pergi ke rumah neneknya dan bercerita mengenai hal tersebut. Neneknya berkata demikian, "Kamu dapat membuat bibimu selalu sayang padamu dengan memberikan Larutan Kasih Sayang yang akan nenek ramukan. Namun, kamu perlu mengambil dua helai kumis harimau supaya nenek dapat memasaknya." Kyle terkejut, dan bertekad akan mengambil dua helai kumis kucing. Kyle pun berjalan menuju padang rumput yang cukup jauh melewati hutan yang lebat. Ia melihat seekor harimau yang sedang berisitirahat. "Bila aku mengambil kumisnya sekarang, tentu aku akan diterkam." Kyle berpikir. Ia melihat ada sepotong daging di dekatnya. Ia pun bergerak ke arah harimau itu dan melemparkan daging tersebut. Harimau itu menerkam daging itu dengan lahapnya. Namun, karena ketakutan, Kyle tidak jadi mengambilnya. Keesokan harinya, Kyle datang kembali membawa daging yang ia persiapkan. "Kali ini aku harus berhasil." Kyle melemparkan daging itu kepada harimau, namun harimau itu melihat Kyle saat ia mencari sumber daging itu. Herannya, harimau itu seolah-olah menganggukan kepalanya kepada Kyle. Kyle lari terbirit-birit saat mengetahui bahwa harimau itu melihatnya. Di hari-hari berikutnya, Kyle pun menjalani rutinitas yang sama, sambil mencoba mendekat setiap harinya. "Aku harus berhasil." Kyle bertekad. Suatu hari, saat sedang berjalan ke padnag rumput, Kyle terguyur hujan di tengah hutan. Sepatu kesayangannya masuk ke dalam lumpur. Ia pun melepas alas kakinya dan berjalan ke padang rumput tanpa alas kaki, meskipun itu berarti kakinya akan tergores ranting-ranting kering yang berjatuhan. Badan Kyle yang hanya ditutupi kain tipis itu juga pernah tergores oleh semak berduri, namun ia tidak peduli. Sebagai seorang penduduk desa yang miskin, ia tidak mempunyai alas kaki atau baju baru untuk dipakai. Sambil menahan sakit, ia bersemangat untuk berhasil mendapatkan kumis kucing itu. Akhinrya, Kyle berhasil menyentuh tubuh dari harimau itu. Namun, anehnya, harimau itu tidak marah. Bahkan, ia menggunakan kakinya untuk membelai rambut Kyle dengan lembut. Setiap hari kedekatan mereka berdua bertambah. Tak terasa, keduanya telah menjadi sahabat yang dekat. Suatu hari, Kyle memberanikan diri untuk menarik kumis harimau itu. Harimau itu pun tidak marah. Kyle senang melihatnya. Dengan membawa dua helai kumis harimau dalam genggaman tangannya, Kyle berlari ke rumah neneknya melewati hutan. Sekarang, ia tidak lagi memedulikan atau merasakan luka-luka di kakinya yang tak beralas itu atau di badannya yang hanya ditutupi kain tipis yang hampir robek. "Neneeekkk.... Aku berhasil!!" Kyle berteriak. "Bagus.. Bagus.. Bagaimana acaramu mendapatkannya, Kyle?" Kyle menceritakan apa yang ia lakukan selama ini, dan nenenknya pun berkata "Sebenarnya tidak ada yang namanya Larutan Kasih Sayang. Namun, anggaplah bibi kamu itu sebagai harimau itu. Perlakukanlah ia dengna baik, sambutlah ia dengan kehangatan, dan tunjukanlah niat baikmu. Janganlah kamu menjauhi dia, atau berpikir negatif. Niscaya kamu akan berhasil dan mendapatkan kebahagaian. Namun, seperti apa yang telah kamu alami, kadang kamu akan terlukai atau tersakiti. Ketika itu terjadi, tetaplah semangat, dan jangan menyerah, persis seperti apa yang kamu lakukan." Kyle baru mengerti setelah dijelaskan oleh neneknya. Kyle berkata, "Terima kasih, Nenek.. Aku akan selalu mengingat pesanmu" Kyle yang baru saja mendapatkan pengalaman berharga itu pulang ke rumahnya dengan semangat baru. Edited by Ezio Auditore, Dec 11 2012, 03:05 PM.
|
![]() "You know, if there is one thing I've learned, it's that we must obey the rules of the game. We can pick the game, but we cannot change the rules." ![]() ![]() ![]() Fanbars credit goes to Daikyo and Zhongda "Sima Yi". | |
![]() |
|
| Mocca-Marocchi | Dec 15 2012, 01:23 AM Post #2 |
|
Art by @moa810 on twitter
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
Yes! Niko bikin fic lagi! Anyway, namanya jadi Tommy ya sekarang? Jadi inget masa-masa indah bersama GTA Vice City... #whatthe Cerita yang bagus. Inspiratif banget~ Saya rasa seandainya kurangnya perhatian bibinya Kyle pada Kyle diceritakan lebih rinci, cerita ini bisa punya kekuatan lebih. Meski begitu, moral value cerita ini sudah bisa disampaikan dengan baik. Saya suka banget! XD Keep up the good work! |
![]() Thanks to S.M.A for the signature! | |
![]() |
|
| Ezio Auditore | Dec 15 2012, 10:33 AM Post #3 |
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
Thanks... Yeah I'm Tommy Vercetti now |
![]() "You know, if there is one thing I've learned, it's that we must obey the rules of the game. We can pick the game, but we cannot change the rules." ![]() ![]() ![]() Fanbars credit goes to Daikyo and Zhongda "Sima Yi". | |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Orific Land · Next Topic » |
| Theme: Default Theme | Track Topic · E-mail Topic |
2:11 PM Jul 11
|





![]](http://z4.ifrm.com/static/1/pip_r.png)








2:11 PM Jul 11