Information |
| Welcome to Lied Der Hoffnung. We hope you enjoy your visit. You're currently viewing our forum as a guest. This means you are limited to certain areas of the board and there are some features you can't use. If you join our community, you'll be able to access member-only sections, and use many member-only features such as customizing your profile, sending personal messages, and voting in polls. Registration is simple, fast, and completely free. Join our community! If you're already a member please log in to your account to access all of our features: |
| Backgroud Story | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jul 30 2011, 09:59 PM (470 Views) | |
| Shironao Aoi | Jul 30 2011, 09:59 PM Post #1 |
|
Semuanya berawal pada legenda yang menceritakan tentang pertemuan seorang Mermaid dengan seorang lelaki pemilik kuil di dekat pantai di sebuah pulau kecil jauh dari negara apa pun. Menurut legenda tersebut, seorang Mermaid telah menolong sang penjaga kuil yang tenggelam di dasar laut, akibat terkena ombak pasang yang besar dan membawanya menuju pinggir pantai dekat kuil tersebut, serta menyanyikan sebuah lagu. Akhirnya, sang Mermaid jatuh hati pada sang penjaga kuil yang tampan. Begitu pula sang penjaga kuil tersebut, ia tidak mampu melupakan suara merdu dari sang Mermaid. Hari-hari telh berlalu, sang Mermaid tidak dapat melupakan ketampanan sang penjaga kuil. Akhirnya, ia meminta para Aqua Regina dan para Regina untuk mempertemukannya dengan sang penjaga kuil dalam wujud manusia. Namun, permintaannya tidak dikabulkan. Merasa kecewa akan keputusan para Regina, sang Mermaid memilih untuk bertemu para penyihir laut. Setibanya di sana, sang penyihir telah menunggu dan menyambutnya dengan baik. Dengan segera, sang Mermaid mengutarakan maksud kedatangannya ke sana. Sang penyihir pun menyetujuinya dengan bayaran suara sang Mermaid. Sang Mermaid segere menyutujui persyaratan tersebut tanpa pemikiran lebih panjang. Akhirnya, sepasang kaki didapatinya tetapi ia sekarang tidak dapat bersuara. Setibanya di daratan, ia segera mencari sang penjaga kuil. Namun, semuanya telah terlambat. Sang penjaga kuil telah salah mengenali seorang gadis lain sebagai penolong dirinya sewaktu tenggelam. Kekecewaan timbul di hati sang Mermaid. Sekarang, ia tidak mampu kembali menuju tempat kelahirannya ataupun memberitahukan semuanya kepada sang penjaga kuil, karena jika seorang Mermaid mengatakan bahwa dirinya adalah seorang Mermaid, maka Mermaid tersebut akan menjadi buih dan menghilang. Malam pun tiba. Namun, rasa kecewa masih menyengat hatinya. Hingga akhirnya saudarinya datang dengan membawa sebuah belati kecil. "Bunuhlah sang penjaga kuil. Maka kau akan kembali kepada kami." Setelah memberitahukan semuanya kepada sang Mermaid, saudarinya pergi meninggalkannya seorang diri. Namun, sayangnya ia tidak mampu melakukannya. Ia menulis sesuatu pada sebuah papan yang ia temukan dengan menggunakan belati tersebut. Dilemparnya belati tersebut dan berlari menemui sang penjaga kuil dengan membawa sebuah papan yang ia tulis tadi. "Akulah orang yang menolongmu dan aku adalah seorang Mermaid" Perlahan tubuhnya mulai memanas. Dia telah memberitahukan jati dirinya dan melanggar peraturan para Mermaid. Tubuhnya yang memanas juga mulai menjadi buih perlahan-lahan dan terbang bersama hembusan angin. Sang penjaga kuil yang melihatnya bersedih. Ia merasa bersalah terhadap sang Mermaid. Namun, semuanya telah terjadi dan tidak dapat dikembalikan. Akhirnya, sang penjaga kuil memutuskan untuk hidup seorang diri selamanya untuk mengormati sang Mermaid. Sejak saat itu, Aqua Regina dan para Regina memutuskan untuk memperbolehkan para Mermaid untuk memiliki sebuah kaki yang akan berubah menjadi ekor kembali jika terkena air. Namun, peraturan itu hanya berlaku bagi para Mermaid yang telah dianggap cukup dewasa. Kemudian, Aqua Regina menghilang dari peredaran dan hanya muncul di saat-saat tertentu, serta kondisi tertentu, saat kesepuluh mutiara bersatu. Konon, para penyihir laut mengalami peperangan antar saudara akibat perbedaan pendapat. Mereka yang awalnya bergabung dnegan Aqua Regina beranggapan bahwa Dewi Regina telah salah dalam mengambil keputusan. Akhirnya, mereka terbelah menjadi dua bagian, yaitu Sea Guardian, terdiri dari para penyihir laut yang membela para Mermaid dan Sea Serpent, terdiri dari para penyihir laut yang ingin menghancurkan para Mermaid. Selang waktu berlalu, sekarang pulau kecil ini telah ramai pengunjung dari berbagai negara yang memiliki versi cerita yang berbeda dengan kenyataan. Lambat laun, kenyataan cerita ini menjadi sebuah legendayang tidak diketahui cerita yang sesungguhnya. Dan yang mengetahuinya, hanyalah beberapa Mermaid. Edited by Aqua Regina, Aug 27 2011, 09:41 PM.
|
![]() ~ (c) Catarina Rafleeca ~ | |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Information · Next Topic » |








7:37 AM Jul 11
