Setiap kali login, semua member diharapkan untuk membuat sedikitnya satu postingan. Disarankan untuk mengisi Daftar Hadir. Terima kasih.


Welcome Guest [Log In] [Register]

HomeForumGalleryDownloadActive TopicsAwardsMain Gate

Two shinobi was born into a world of chaos...

Uzumaki Naruto
"And my dream is to be the greatest Hokage! That way, people will stop disrespecting me and start treating me like I'm somebody. Someone important!"
 
Ia sendirian. Tumbuh tanpa mengenal apa yang dinamakan keluarga, dibenci dan dianggap tidak ada untuk alasan yang bahkan tidak diketahuinya. Berontak dalam kesendiriannya, berusaha agar keberadaannya bisa diakui. Ia bahkan hampir membenci seluruh desa. Ia terus sendirian, sampai saat ia bertemu dengan… Uchiha Sasuke.


Uchiha Sasuke
"I have long since closed my eyes... My only goal is in the darkness."
 
Ia sendirian. Seluruh klannya dibantai oleh kakak yang sangat diidolakannya. Memisahkan diri dari semua perhatian dan rasa kasihan yang diberikan orang lain terhadapnya, menutup mata pada semua cahaya yang ada untuknya. Ia memilih untuk menenggelamkan diri dalam kegelapan yang ia sebut sebagai tujuan. Ia terus sendirian, sampai saat ia mengenal… Uzumaki Naruto.
 

Then, the longest history in the Leaf, begins…



 
Partner.
"Why…? Why did you save me?! I never asked for your help! I hated you..."
"How am I supposed to know? My body moved on its own... I hated you too."
 
Mereka memulai semuanya dari suatu senja di saat mereka masih sangat muda. Sebuah tatapan, wajah-wajah mungil yang dipalingkan, dan satu senyuman yang tertera di wajah masing-masing mereka. Pertemanan itu bahkan telah dimulai jauh sebelum mereka bertemu kembali di kelompok 7. Naruto mampu memahami gerak-gerik maupun kode dari Sasuke dalam aksi mereka tanpa perlu bertanya, dan Sasuke selalu menyadari detail dari sikap dan gerak-gerik Naruto bahkan sampai bisa mengetahui mana Naruto yang asli dan mana yang bukan —juga selalu menolong dan melindungi Naruto bahkan tanpa diminta.
 

 
Rival.
"I always wanted to be like you."
 
Bahkan sejak kali pertama mereka bertemu, Naruto sangat senang bertemu dengan Sasuke. Tetapi Naruto lalu merasa iri terhadap Sasuke—iri terhadapnya yang tetap mendapatkan segala perhatian, iri padanya yang terus bisa melakukan apapun walau mereka berada dalam keadaan serupa. Karenanya ia tidak pernah mampu untuk mencoba berbicara dengan Sasuke kala itu, dengan bodohnya ia memilih untuk terus berbohong pada dirinya sendiri. Ia lalu menjadikan Sasuke sebagai rivalnya, semata-mata agar keberadaannya bisa diakui oleh Sasuke. Sebaliknya, awalnya Sasuke hampir tidak pernah memandang siapapun sebagai rivalnya, karena satu-satunya orang yang ingin ia kalahkan hanyalah kakaknya sendiri. Tetapi sejak Naruto ada di sisinya—dan berusaha untuk menyainginya—Sasuke tanpa sadar mengakui hal yang sama; Naruto adalah rivalnya.
 

 
Best friend.
"It’s not meaningless... To me… you’ve become my best friend."  
 
Hubungan mereka tumbuh menjadi persahabatan. Naruto adalah sahabat terbaik Sasuke—Sasuke telah mengakui itu. Naruto sendiri telah mengenal banyak orang, berteman baik dengan banyak di antaranya, tetapi tetap menganggap Sasuke sebagai sahabat yang terpenting baginya—bahkan sekalipun Sasuke telah banyak melukainya.
 

 
Brother.
“When I'm with you… I wonder, maybe this is how it feels like if being with a brother.”
 
Naruto dibesarkan tanpa keluarga, tidak pernah mengenal bagaimana rasanya memiliki saudara. Sasuke hanya memiliki satu saudara—yang juga dikenalnya sebagai pembantai klan maupun orangtuanya. Bagi Naruto, Sasuke jauh lebih berharga daripada sekedar sahabat, ia sudah seperti saudara baginya.

 


 
"For me, it’s the first bond I’ve ever had."
 
Ada sesuatu di antara mereka yang hampir tidak bisa diberikan nama. Sesuatu itulah yang membuat Sasuke bisa tersenyum karena Naruto, juga bisa membuat Naruto menangis terisak karena Sasuke. Sesuatu yang menghalangi Sasuke untuk mampu membunuh Naruto walau ia selalu berkata begitu, sesuatu yang juga menyebabkan Naruto rela melakukan apa saja untuk bisa menyelamatkan Sasuke. Sesuatu yang sama telah membuat Sasuke rela membuang nyawanya untuk melindungi Naruto, juga sesuatu yang mendorong Naruto merelakan nyawanya pada Sasuke agar bisa menyelamatkannya dari kegelapan. Sesuatu... yang juga membuat mereka bisa mengerti isi pikiran satu sama lain hanya dengan tinju dan tatapan mata, dalam hitungan detik.
 
Sesuatu, yang Naruto sebut sebagai…
...ikatan.
 
Ikatan tidak terpisahkan di antara Sasuke dan Naruto, yang bahkan lebih kental dari darah.
 
 
 
“I’m glad I met you.”
 
 
Sasuke and Naruto, 
the inseparable bonds... 'cause it's thicker than blood.