| Surat Tahun Pertama | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: May 22 2011, 08:40 AM (119 Views) | |
| Profesor Kazio Legacy | May 22 2011, 08:40 AM Post #1 |
|
Jadi, inilah dia. Kazio Legacy sudah jadi Kepala Sekolah di umurnya yang sudah 28 tahun. Apa masih bisa dibilang muda? Dia tidak mengerti, angin apa yang membuat para Dewan Sekolah menyetujui dirinya menjadi Kepala Sekolah Akademi Zylqueez ini. Tapi setidaknya, dia mendapat jabatan lebih tinggi daripada Melamose. Ah, bukan main senangnya. Bahkan Kazio sudah tidak sabar untuk pamer ke Melamose yang berada satu tingkat dibawahnya. Ermm... Niat setannya bisa-bisa muncul di sini. Kira-kira Kazio ingin tahu. Siapa yang menciptakan ide konyol untuk mengirimkan surat dari Zylqueez dengan Peri-peri sialan ini? Ini sebabnya dia lebih suka berada di kantornya di Hogwarts −sebelum jadi Kepala Sekolah−. Kira-kira guru Ramuan seperti apa yang akan menggantikannya? Apa ada yang bisa meracik ramuan sehebat Kazio Legacy? Hohoho, narsis. Dia mulai mengeluarkan tongkatnya, lalu menyihir semua surat masuk ke dalam amplop coklat dengan lambang [Z] di depannya. Sebenarnya, suratnya isinya begini...
Kazio merasakan ada sesuatu yang hinggap di kepalanya. Tapi, it's over. Tugasnya sudah beres. Sekarang dia bisa tidur dengan nyenyak tanpa diganggu para peri yang menggigit telinganya saat dia sudah pulas. Sekarang peri-peri itu akan enyah dari pandangannya. Ahahaha. "Oi, jangan bermalas-malasan di kepalaku, Kaizou! Nah, jangan sampai salah kirim ya!" Katanya sambil menyibak rambutnya, berusaha mengusir peri bandel itu dari kepalanya. Edited by Profesor Kazio Legacy, May 26 2011, 02:09 AM.
|
![]() |
|
| Kaizou | May 25 2011, 10:40 AM Post #2 |
|
Yehaou! Kaizou si peri sudah menduga hal ini akan terjadi. Kazio Legacy yang namanya mirip dengannya, yang sudah menjadi guru Ramuan sejak umurnya 19 tahun, diangkat menjadi Kepala Sekolah Zylqueez. Ah, dasar semua Dewan Sekolah memang idiot. Mengangkat Kazio Legacy menjadi Kepala Sekolah, padahal orangnya menyebalkan begitu, dan menjadi musuh bebuyutan Kaizou sejak dia bersekolah di Zylqueez. Sebenarnya Kaizou memiliki dendam pribadi dengan Kazio Legacy yang tidak bagus kalau diceritakan. Yang pasti, peri yang mengantarkan surat dari Zylqueez untuk Kazio Legacy adalah Kaizou. Sayapnya masih sedikit rontok karena Kazio Legacy macam-macam. Menganggap Kaizou yang membuat dirinya menjadi lebih kecil adalah seekor nyamuk dan menepuknya dengan keras. Untung hanya sayapnya yang terluka, kalau yang terkena itu kepalanya, bisa-bisa Kaizou tidak ada di sini lagi. Apalagi sekarang harus memanggil Kazio Legacy dengan sebutan tuan. Aduh, mimpi apa Kaizou? Dan sekarang Kaizou berada di kantor Kepala Sekolah. Menunggu si idoiot Legacy menyelesaikan tugas barunya sebagai Kepala Sekolah. Yah, lama deh. Kaizou terbang menuju rambut di kepala Kazio Legacy dan menjadikannya seperti tempat tidur. Bermalas-malasan di situ. "Oi, jangan bermalas-malasan di kepalaku Kaizou! Nah, jangan sampai salah kirim ya." Mendadak Legacy menyibakkan rambutnya, membuat Kaizou terpental. Cih, kalau bisa, Kaizou pasti akan menghajar Legacy dengan sihirnya. Kalau Legacy bukan Kepala Sekolah, tentu. Kaizou menyihir amplop-amplop coklat yang didalamnya sudah ada surat menjadi kecil. Agar muat di sakunya, tentu. Dan mulailah Kaizou melakukan misinya. Mengantar surat. Ceritakan pengalamanmu saat mendapatkan surat dari Zylqueez Academy dengan kreatifitas mu sendiri! Deskripkan saja Kaizou datang menuju tempat dirimu berada. Diizinkan menggerakkan karakter Kaizou. Minimal 100 kata Edited by Profesor Kazio Legacy, May 26 2011, 02:25 AM.
|
![]() |
|
| Kyo Anthony Aishinawa | May 25 2011, 11:05 AM Post #3 |
|
Beginilah ceritanya, Kyo sedang mengurung diri di kamar tanpa mempedulikan orang yang mengaku sebagai ayahnya berteriak memanggilnya, mengetuk bahkan menggedor pintunya. Bahkan ayahnya berusaha membuka pintu itu dengan sihir, tapi maaf saja, jangan kira bisa semudah itu. Kyo sudah menyiapkan semuanya untuk mencegah ayahnya masuk ke kamarnya. Sudah tiga hari Kyo berada di kamar tanpa keluar sekalipun. Sebelum melakukan aksi mengurung diri di kamar, dia mengambil hampir semua makanan di dapur. Dan tiga hari berlalu, tidak satupun makanan disentuh oleh Kyo. Bahkan Kyo sudah berpikir untuk mati. Kyo membaringkan tubuhnya di kasurnya, tanpa memedulikan suara berisik apapun. Matanya mulai berkunang-kunang. Meskipun dia melihat sesuatu yang kecil terbang di depan matanya. Ah, mungkin Kyo sedang di ambang mimpi. Jadi memikirkan yang aneh-aneh. Dan Kyo tertidur. Saat bangun, Kyo mendapati sebuah amplop coklat berada di dadanya. Dan dia membukanya.
Kyo tersenyum membaca surat itu. |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Pusat Registrasi · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
2:44 PM Jul 11
|






2:44 PM Jul 11