Welcome Guest [Log In] [Register]

Magazine Wall

SELAMAT DATANG DI NEW INDONESIAN DURMSTRANG

INFORMASI BARU!

Link New IndoDurmstrang 2!

Timeline New Indonesian Durmstrang Term VII: 1976 - 1977
Batas Tanggal Lahir: 1 September 1965 - 30 Agustus 1966

Important Link


Credit
Daftar Visualisasi
Topik Pertanyaan
Jadwal Term VI

Information Center


Alternate Link: http://newindodurmstrang.co.nr/
Tidak diperbolehkan adanya nama tengah! Harap perhatikan peraturan nama.
Gunakan kode warna #548040 untuk mengutip perkataan orang lain.

Newbie's Guide


Rules
Tutorial Registrasi
Sejarah Durmstrang
Ketentuan Jumlah Post

Weather


Autumn
Awal September - Akhir Oktober

Suhu: 15˚C - 1˚C

Contact Us!


comes_onweb



Ingin bertukar Afiliasi? Hubungi kami.


Best Character

House Point



Nostresiel has 2735 points


Rensjarm has 4655 points


Morksvart has 2950 points
House logo credit to lilscratchy@TDA.
Selamat datang di New Indo Durmstrang.


New Indo Durmstrang adalah forum Role Play berbasis teks dengan latar belakang Sekolah Sihir Durmstrang ciptaan J.K. Rowling. Sekarang kalian melihat forum ini sebagai seorang pengunjung. Sebagai pengunjung, kalian terbatas untuk melihat forum ini secara keseluruhan. Forum ini tidak membuka registrasi setiap hari, melainkan hanya 2-3 bulan sekali. Cek selalu jadwal term dan pengumuman agar kalian tidak ketinggalan. Terima kasih atas kunjungannya. Selamat bersenang-senang!


Sudah waktunya? Registrasi disini!


Apabila kalian mempunyai karakter di forum ini, silahkan log in di bawah ini:

Username:   Password:
Locked Topic
Sejarah Durmstrang
Topic Started: Feb 25 2012, 14:09 (2,212 Views)
Rebekka Rensjarm
Member Avatar

Lebih dari seribu tahun yang lalu, ketika naga-naga berkeliaran dan penduduk belum menetap, penyihir-penyihir yang berasal dari Norwegia yang diketuai oleh Nikolai Nostresiel datang untuk mengajarkan muggle dan penyihir bagaimana cara menangani naga dan hewan sihir lainnya. Naga sudah seperti masalah yang besar saat itu, jadi para penyihir mau tidak mau harus mengajarkan semua orang demi kebaikan seluruh penduduk. Kelompok penyihir ini lalu mengadakan perjalanan menuju Eropa Timur, membuka sekolah kecil di sana, dan mengajarkan anak-anak baik penyihir maupun muggle tentang semua bidang dalam kehidupan. Melalui perjalanan ini, para penyihir Norwegia bertemu dengan penyihir-penyihir dari daerah lain, seperti penyihir Jerman yang diketuai Rebekka Rensjarm dan Mikael Morksvart yang penyihir asli dari Rusia.

Semakin lama, para penyihir tersebut merasa bahwa muggle sudah terlalu banyak menggantungkan hidupnya kepada penyihir. Melihat kejadian ini, para penyihir mulai mengisolasi kelompok mereka. Sekolah-sekolah yang tadinya mengajarkan baik penyihir maupun muggle, sekarang hanya menerima mereka yang memiliki keturunan sihir. Pelajaran yang diajarkan jadi lebih beragam dan lebih terfokus kepada aspek-aspek sihir walau aspek kehidupan masih diajarkan di sana. Setelah berpuluh-puluh tahun sekolah-sekolah kecil tersebut tersebar di daerah Eropa, sekelompok penyihir memutuskan mereka membutuhkan pengaturan yang lebih permanen dan terorganisir untuk pendidikan anak-anak mereka. Ketiga ketua kelompok sihir tadi akhirnya memutuskan untuk membangun sekolah bersama-sama, yang dibangun di sekitar Eropa TImur. Rebekka sendiri mengusulkan untuk menamai sekolah mereka dengan Durmstrang.

Para pendiri Durmstrang berkumpul dan memutuskan banyak hal tentang bagaimana sekolah harus dijalankan. Melihat dari kualitas para siswanya saat itu, diam-diam mereka menyesal telah membantu para muggle. Melihat dari kenyataan saat mereka masih mengajar penduduk non-sihir dahulu, di kota-kota yang pernah mereka datangi, para penduduk non-sihir seakan menuntut para penyihir untuk membantu mengerjakan pekerjaan mereka. Penduduk merasa lebih efektif meminta bantuan kepada penyihir daripada mereka menyelesaikan masalahnya sendiri. Para penyihir yang menyadari hal ini lama kelamaan lelah dengan keadaan yang seperti itu. Diam-diam, ada perasaan benci yang tumbuh dari setiap penyihir kepada penduduk non-sihir. Oleh karena itu, para ketua kelompok memutuskan tidak akan menerima penduduk non-sihir belajar di sekolah mereka. Ditambah lagi, ketiga ketua ingin mengajarkan tentang sihir hitam kepada murid-muridnya, mengingat belum adanya sekolah yang mempelajarinya. Hal ini sempat ditentang oleh beberapa anggota kelompok, yang merasa bahwa, mereka seharusnya mengajar semua kalangan penduduk dan tidak perlu mengajarkan sihir hitam. Namun ketiga pendiri tadi tetap dengan keputusannya, tidak mau menerima mereka yang tidak memiliki bakat sihir sama sekali dan memerintahkan mereka yang menentang untuk keluar dari kelompoknya.

Perlahan-lahan, Durmstrang mulai berjalan. Para ketua kelompok bergerak cepat. Mereka membangun kapal pertama mereka, untuk memudahkan para siswa kembali ke rumah mereka saat libur tiba. Mereka memutuskan untuk membagi murid ke dalam tiga asrama, yang setiap namanya diambil dari ketiga ketua kelompok. Merekalah ketiga pendiri sekolah tersebut. Ketiga asrama tersebut dibuat berdasarkan kriteria masing-masing pendiri. Nostresiel, yang loyal namun licik dan suka bersenang-senang. Rensjarm dengan otak pandai dan keanggunan mereka. Serta Morksvart, yang ambisius dan menjunjung tinggi status darah. Mereka pikir, siswa akan lebih nyaman berada di satu asrama bersama orang-orang yang memiliki pemikiran sama dengan mereka.

Masalah datang ketika ada sekelompok penyihir yang dikabarkan menentang adanya sekolah sihir hitam Institut Durmstrang. Sebut saja mereka Camilleri Sisters. Lima orang penyihir kolot asal Rumania, yang terkenal dengan kesucian keluarga mereka. Camilleri Sisters sangat menentang keberadaan Durmstrang, yang menurut mereka berbahaya karena secara tidak sengaja melahirkan bibit-bibit penyihir hitam. Para penduduk non-sihir juga menentang hal ini, dan mendukung gerakan Camilleri Sisters yang ingin meruntuhkan Durmstrang. Hal ini, tentu saja membuat perselisihan antara Durmstrang dan masyarakat luar. Akhirnya, pada tahun 1405 terjadi perang besar-besaran antara Durmstrang dan kubu Camilleri Sisters. Peperangan ini menyebabkan tewasnya ketiga pendiri Durmstrang.

Peperangan berakhir dengan kemenangan berada di pihak Camilleri Sisters. Banyak penyihir-penyihir Durmstrang yang meninggal, begitu pun siswa-siswanya. Tanpa disadari Camilleri Sisters, beberapa penyihir Durmstrang yang tersisa berpindah tempat menuju sebuah pulau tak berpenghuni. Mereka menamakannya Morensiel. Di sanalah, mereka mulai membangun kembali sekolah sihir hitam Durmstrang, tanpa diketahui Camilleri Sisters, serta penduduk-penduduk non-sihir yang lain. Di sinilah, Durmstrang mulai membangun masa kejayaannya kembali.
Embodiment with elegance and brilliance?
Posted Image
Yes dear, they're glorious Rensjarm.
Offline Profile Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Create a free forum in seconds.
Learn More · Register Now
« Previous Topic · Welcome · Next Topic »
Locked Topic

Theme by Kieran of Outline | Edited by Nikolai Nostresiel